Kompleks Curug Mrawu merupakan salah satu destinasi geowisata yang masuk dalam kawasan Geopark Dieng, Kabupaten Banjarnegara. Kawasan ini meliputi tiga desa, yaitu Desa Grogol dan Giritirita di Kecamatan Pejawaran, serta Desa Batur di Kecamatan Batur. Kedua kecamatan tersebut dipisahkan oleh Sungai Mrawu yang menjadi sumber aliran air terjun di kawasan ini. Di lokasi ini terdapat tiga titik geowisata utama, yaitu Curug Genting, Air Panas Bertingkat Giritirita, dan Curug Mrawu.
Curug Genting memiliki ketinggian kurang lebih 70 meter dengan debit terjunan air yang cukup besar. Di dekat lokasi Curug Genting juga terdapat Curug Mrawu yang memiliki ketinggian sekitar 50 meter. Kedua curug ini nantinya aliran airnya akan menyatu dan menjadi sumber utama Sungai Mrawu, yang merupakan salah satu anak Sungai Serayu. Satu kilometer dari Curug Genting terdapat sumber mata air panas Giritirita yang airnya terlihat kuning, deras, dan sedikit bergejolak, menandakan bahwa mata air hangat ini tetap stabil debit airnya meskipun musim kemarau panjang sedang melanda.
Curug Mrawu memiliki keistimewaan yang membedakannya dari air terjun lain di Banjarnegara. Air terjun ini merupakan bagian dari kompleks curug bertingkat, sehingga pengunjung bisa menemukan beberapa air terjun dalam satu kawasan. Salah satunya bahkan mencapai ketinggian sekitar 50 meter dengan aliran air deras yang jatuh dengan indah. Untuk fasilitas, di kawasan ini tersedia tempat parkir yang cukup untuk beberapa motor dan mobil, namun belum ada pintu masuk dan tarif parkir resmi dari pengelola. Ada pula saung untuk tempat beristirahat dengan jumlah sekitar empat saung di sekitar Curug Genting. Kondisi akses jalan menuju Curug Mrawu masih berupa jalan perkebunan, dan terdapat jembatan yang berfungsi menghubungkan kedua sisi sungai di hadapan Curug Genting sebagai akses utama jalan.
Sebagai informasi tambahan, Desa Giritirita telah ditetapkan sebagai Desa Wisata melalui Surat Keputusan Bupati sejak tahun 2015, sehingga menjadi salah satu desa wisata resmi di Kabupaten Banjarnegara. Untuk meningkatkan aktivitas dan daya tarik wisata, kawasan Curug Genting pernah menjadi lokasi penyelenggaraan Festival Bonsai sebagai salah satu upaya menghidupkan kunjungan wisatawan.
Penulis: Tim KKN-PPM UGM Pijar Pejawaran 2026